Nonton Video Stand Up Comedy Buat Yang Lagi Baper

Video Stand Up Comedy, Streaming Kompas TV, Streaming Metro TV, Streaming Indosiar

Ragamkabar.com, Wajib nonton video Stand Up Comedy buat yang lagi pada buper, lawakan ringan penuh dengan tawa. Siapa yang tidak tahu dengan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI)? SUCI adalah ajang kompetisi lawakan tunggal atau stand up comedy yang diikuti oleh pelawak tunggal berbakat melalui hasil seleksi dari seluruh wilayah di Indonesia yang diselenggarakan oleh tv streaming Kompas TV.

Berbeda dengan Stand Up Comedy Show yang ditayangkan oleh streaming Metro TV yang berformat entertainment show. Acara kompetisi ini merupakan kompetisi stand up comedy pertama di Indonesia, serta memiliki tagline “Let’s Make Laugh!”.

Stand up comedy di Indonesia mulai populer di tahun 2010. Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika, pesohor yang merupakan pelopor dalam pengenalan stand up comedy di Indonesia sepakat untuk membuat satu program kompetisi stand up comedy di salah satu stasiun TV swasta.

Hal ini dikarenakan belum banyak TV yang menayangkan stand up comedy secara live. Pandji, Raditya Dika, Indro Warkop beserta Indra Yudhistira, salah satu produser dan sutradara program komedi di Kompas TV bersama membuat acara stand up comedy bertema kompetisi pertama di Indonesia.

Di mana pada awalnya Pandji dan Raditya Dika bertindak sebagai pembawa acara, sementara Indro ditemani Butet Kertaradjasa dan Astrid Tiar menjadi juri kompetisi. Pada penyelenggaraan selanjutnya, Raditya Dika menjadi juri bersama Indro Warkop sementara Pandji sebagai pembawa acara berturut-turut didampingi oleh juara kompetisi musim sebelumnya.

SUCI telah melahirkan banyak talent baru di dunia entertainment. Seperti yang sudah sukses yaitu Babe Cabita, Ernest, Mongol, Dodit yang telah banyak menghiasi layar kaca maupun layar lebar.

Namun kini tidak hanya ada di Kompas TV saja, streaming Indosiar pun membuat acara yang sama yang bertajuk Stand Up Comedy Academy (SUCA) turut berhasil melahirkan talent baru hiburan comedy. Dengan lawakan pendek, ringan dan khas dengan gaya personal masing-masing dari para comican, berhasil menarik hati para pecinta dunia komedi.

Tak hanya sukses di bidang komedi saja, kesuksesan para comica juga dapat dibuktikan dengan banyak nya film layar lebar yang mereka bintangi. Salah satunya film komedi Ngenest di awal tahun 2016 ini yang menyisakan banyak cerita bagi banyak orang termasuk para pemainnya, tak terkecuali bagi Lala Karmela sebagai salah satu pemeran utamanya.

Menurut Lala, sekalipun film debutnya ini bergenre komedi, proses syutingnya tidak selalu kental dengan suasana komedi. Lala bahkan mengaku tak pernah melihat lawan main sekaligus sutradara dan stand up comedian Ernest Prakasa sebagai sosok yang lucu.

Lala termasuk pemain yang paling banyak berbagi adegan dengan Ernest di film Ngenest, karena ia berperan sebagai Meira, wanita yang menjadi pujaan hati Ernest. Selain Ernest, dalam film tersebut Lala juga bertemu dengan beberapa stand up comedian Indonesia yang ikut kebagian peran. Sebut saja Adjis Doaibu, Awwe, Mukhadly Acho, hingga Arie Kriting yang menjabat comedy coach.

Keterlibatan di film ini rupanya mendorong niat Lala untuk menyaksikan stand up comedy dari para komedian Indonesia. Sebab, ia mengaku belum pernah menyaksikan pertunjukan stand up comedy di Indonesia secara langsung. Rasa penasaran itu pun semakin bertambah dengan fakta bahwa Ernest, rekan kerjanya yang seharusnya berprofesi sebagai stand up comedian, tak pernah menunjukkan sisi komedinya saat proses penggarapan film Ngenest.

Begitu pun dengan comican yang satu ini yaitu Boris. Boris yang dulu hanya bisa menyaksikan film Habibie Ainun di Bioskop, kini tak terbayangkan oleh dia dapat berkecimpung dengan rumitnya syuting Habibie & Ainun di Jerman.

Siapa sangka, hal terakahir yang dipikirkan Boris itu terjawab empat tahun kemudian. Pada 2015, dia diundang produser sekaligus pemilik MD Entertainment Manoj Punjabi dan sineas Hanung Bramantyo untuk menjalani kasting.

Stand up comedian kelahiran 25 Mei ini diminta melakonkan Poltak Hasibuan, mahasiswa berdarah Batak penerima beasiswa kuliah di RWTH Aachen, Jerman Barat.

Rudy Habibie kini ditonton 1,8 juta orang. Ia menambah panjang daftar film yang dimainkan Boris dalam tiga tahun terakhir. Kali pertama, ia muncul mendampingi Acha Septriasa dan Ananda Omesh di film Mengejar Malam Pertama. Berikutnya, Komedi Modern Gokil serta Toba Dreams.

Lewat Toba Dreams, Boris membuktikan kemampuan aktingnya. Dalam film besutan Benni Setiawan itu, Boris menghadapi Vino G. Bastian. Ia memerankan Togar. Karakter Togar dinilai para kritikus sukses menjalankan fungsi sebagai ice breaker di tengah pekatnya aroma drama yang dibawa Vino, Marsha Timothy, dan Mathias Muchus.

Penampilan Boris diganjar nominasi Pemeran Pendukung Pria Terpuji di Festival Film Bandung (FFB) 2015. Sayang, ia dipaksa mengakui kepiawaian Ray Sahetapy yang memang tampil meyakinkan dalam 2014: Siapa Di Atas Presiden.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply