July 21, 2019
  • 8:07 am Inilah Sejarah Pemilu Indonesia dari Masa ke Masa
  • 7:25 am Sistem Pemilu dalam Setting Demokrasi di Indonesia
  • 9:43 am Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Streaming RCTI di Vidio.com
  • 8:47 am Mohamed Salah Pesepak Bola Favorit di Liga Champions
  • 8:30 am 3 Klub Bola ini Langganan Masuk Final Liga Champions
pemilu

Pemilu di Indonesia dimulai sejak tahun 1955, 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, dan 2014. Yuk tengok sejarah Pemilu di Indonesia dari masa ke masa beserta partai politik yang patut kalian ketahui

Tahukah kamu sejarah Pemilu di Indonesia?

Masyarakat Indonesia kembali akan memilih pemimpin baru dengan dua kandidat yakni nomor urut 01 oleh Jokowi-Ma’ruf Amin sedangkan nomor urut 02 oleh Prabowo-Sandi. Sebagai negara yang menganut asas demokrasi, penting bagi warga Indonesia untuk mengikuti proses dengan memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Proses tersebut kita kenal sebagai Pemilu atau Pemilihan umum. Pemilu itu sangat penting loh teman-teman karena merupakan instrumen penentu arah kebijakan publik satu Negara.

Di Indonesia sendiri diketahui bahwa Pemilu presiden diadakan selama 5 tahun sekali. Pemilu di Indonesia dimulai sejak tahun 1955, 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, dan 2014. Yuk tengok sejarah Pemilu di Indonesia dari masa ke masa beserta partai politik yang patut kalian ketahui:

Pemilu 1955

Di pemilu 1955 diadakan dua kali berdasarkan amanat UU No. 7 Tahun 1953. Keduanya dibedakan berdasarkan tujuannya yakni pemilu pertama yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955 diadakan untuk memilih anggota-anggota DPR. Pemilu kedua, 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante.

Pada pemilu pertama diikuti oleh 118 peserta yang tediri dari 36 partai politik, 34 organisasi kemasyarakatan, dan 48 perorangan, sedangkan untuk Pemilu kedua diikuti oleh 91 peserta yang terdiri dari 39 partai politik, 23 organisasi kemasyarakatan, dan 29 perorangan.

Pemilu 1971

Pemilihan Umum kedua ini terjadi pada Masa Orde Baru berasaskan UU No.15 Tahun 1969. Dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 1971 dengan tujuan pemilihan anggota DPR dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar.

10 partai politik ikut dalam pemilu ini; Partai Nadhalatul Ulama, Partai Muslim Indonesia, Partai Serikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiiah, Partai Nasionalis Indonesia, Partai Kristen Indonesia, Partai Katholik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Murba dan Sekber Golongan Karya.

Pemilu 1977-1997

Menggunakan sistem yang sama pada sistem yang digunakan pada Pemilu 1971, Pemilu yang terjadi di Masa Orde Baru ini diawali pada tanggal 2 Mei 1977. Akibat terjadinya fusi (peleburan) parpol peserta Pemilu, Pemilu 1977-1997 hanya diikuti 3 peserta;

  1. PPP atau Partai Persatuan Pembangunan yang merupakan fusi dari partai NU, Parmusi, Perti, dan PSII.
  2. Golkar atau Partai Golongan Karya
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan fusi dari PNI, Parkindo, Partai Katolik, Partai IPKI dan Partai Murba.

Baca juga :

Pemilu 1999

Mengingat jaraknya yang berdekatan, persiapannya pun tergolong singkat, pelaksanaan pemilu 1999 ini tetap dilakukan sesuai jadwal, yaitu  7 Juni 1999. Pemilu 1999 menandai pemilihan pertama pada Masa Reformasi.

Nilai-nilai dasar demokrasi yang telah dibangun di era Habibie telah memberikan asupan yang cukup signifikan dalam proses demokratisasi di Indonesia. Ide dasar pertama adalah bagaimana dapat menciptakan good governance, salah satunya adalah bagaimana dapat membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel dan responsif terhadap aspirasi rakyat.

Dari Pemilu 1999 inilah demokrasi di Indonesia bangkit. Terbukti melalui jumlah peserta yang ikut dalam pemilihan. Terdapat 48 Partai Politik menjadi peserta pemilu saat itu.

Pemilu 2004

Merupakan pemilu pertama dimana  masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pada tahun ini, pemilu Indonesia mencatat sejarah penting dengan berhasil di berlakukannya sistem proporsional dengan daftar calon terbuka. Artinya, pemilu 2004 pemilih tidak lagi hanya memilih partainya saja, melainkan dapat memilih calonnya langsung yang sesuai dengan pilihan mereka. Pada pemilu kali ini, ditandai dengan semakin menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia sehingga melahirkan 24 partai politik yang pada gilirannya turut berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 2004.

Di tahun 2004 pemilu diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 anggota DPR, 128 Anggota DPD serta DPRD periode 2004-2009. Sedangkan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden dilaksanakan pada 5 Juli 2004 (putaran I) dan 20 September 2004 (putaran II). Pemilu 2004 menunjukan kemajuan dalam demokrasi kita.

Pemilu 2009

Pemilu di tahun ini sebenarnya tidak jauh beda dari pemilu sebelumnya. Ketentuan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden ini ditentukan bahwa pasangan calon terpilih adalah pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50% dari jumlah suara dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia. Peserta pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2009 diikuti oleh 44 Partai Politik (Parpol), yang terdiri dari 38 partai nasional dan 6 partai lokal Aceh.

Pemilu 2014

Diadakan dua kali pada tanggal 9 April 2014 dengan tujuan pemilihan para anggota legislatif, disusul 3 bulan setelahnya pada tanggal 9 Juli 2014 dengan tujuan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2014 (biasa disingkat Pemilu Legislatif 2014) untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2014-2019.

Terdapat sepuluh Partai Politik yang mengikuti Pemilu 2014, yaitu : Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PKB atau Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pemilu 2019

Di tahun 2019 Indonesia akan kembali menyelenggarakan Pemilu. Dengan 16 partai politik nasional yang berpartisipasi; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra); PDI Perjuangan (PDIP); Partai Golkar; Partai Nasdem; Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda); Partai Beringin Karya (Berkarya); Partai Keadilan Sejahtera (PKS); Partai Persatuan Indonesia (Perindo); Partai Persatuan Pembangunan (PPP); Partai Solidaritas Indonesia (PSI); Partai Amanat Nasional (PAN); Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura); Partai Demokrat; Partai Bulan Bintang (PBB); dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI); ditambah 4 partai politik lokal di Aceh yaitu Partai Aceh, Partai Sira, Partai Daerah Aceh, dan Partai Nangroe Aceh, yang menjadi peserta Pemilu 2019.

Jumlah ini bertambah dari Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 12 partai politik nasional dan 3 partai politik lokal. Pemilu 2019 akan berlangsung serentak antara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019. Semakin dekat dengan pencoblosan nih, ayo nonton streaming Pemilu 2019 di Vidio.com untuk update perkembangan beritanya.

Maulida Fanny

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT