July 21, 2019
  • 8:07 am Inilah Sejarah Pemilu Indonesia dari Masa ke Masa
  • 7:25 am Sistem Pemilu dalam Setting Demokrasi di Indonesia
  • 9:43 am Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Streaming RCTI di Vidio.com
  • 8:47 am Mohamed Salah Pesepak Bola Favorit di Liga Champions
  • 8:30 am 3 Klub Bola ini Langganan Masuk Final Liga Champions
sistem pemilu

Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari dua ratus lima puluh lima juta jiwa. Indonesia berhasil mempraktekkan sistem politik demokrasi modern.

Demokrastisasi di Indonesia bukanlah sebuah proses yang tiba-tiba. Berikut adalah sistem pemilu yang diterapkan di Indonesia:

Sistem hak pilih

Hak pilih yang hanya dapat dipergunakan satu kali dengan usia sudah 17 tahun atau memiliki KTP. Hak pilih tidak bisa diwakilkan apapun alasannya. jika tidak sanggup datang pada tempat pemilihan maka seseorang dianggap sebagai golongan putih (golput). Terlebih lagi di tahun 2019 ini masyarakat Indonesia kembali memilih pemimpin baru. Gunakan hak pilih Anda dengan bijak di Pemilu 2019, karena golput hanya melenyapkan hak dalam menentukan seorang pemimpin yang kita inginkan.Satu suara sangat berarti untuk 5 tahun ke depan loh.

baca juga : Cermati Asas Pemilu Yang Berlaku Di Indonesia

Sistem pemilihan

Merupakan sistem yang mempunyai 2 kategori pemilihan mekanis. Dimana masyarakat secara individu menpunyai hak masing masing dalam memilih, mengeluarkan suaranya disetiap tempat pemilihan umum untuk satu wilayah perwakilan yang ada pada partai politik yang di inginkan. Sementara itu, sistem pemilihan organis yaitu sekelompok individu yang hidup dalam keragaman perbedaan. Namun, bersatu menjadi satu kesatuan yang kuat dalam memanfaatkan hak pilihnya tanpa ada deskriminasi dan tekanan dari pihak manapun.

Sistem pembangunan daerah pemilihan

Yaitu sebuah daerah yang memiliki warga yang cukup banyak namun belum sepenuhnya merasakan pembangunan yang merata dari segala sektor kehidupan. Dengan adanya pemilu rakyat dengan mudah akan memilih calon pemimpin yang mendukung pembangunan wilayah mereka agar sejajar dengan pembangunan diwilayah lain.

Sistem pencalonan


Yaitu calon pemimpin akan dipromosikan oleh partai pendukungnya dengan memaparkan wacana wacana istimewa yang akan dibuat bagi kemajuan pembangunan didalam negeri jika terpilih nanti. Kampanye yang dilakukan agar masyarakat bisa melihat, mengetahui, memahami latar belakang calon pemimpin dan memilih calon pemimpinnya yang sesuai dengan tujuan mereka.

Fungsi Sistem Pemilu

Pemilu merupakan bentuk dari aktifitas kegiatan demokrasi atau partisipasi seluruh warga negara di dalam pelaksanaan pembangunan negara. Pemilu mempunyai beberapa manfaat yang dapat mempengaruhi kemajuan dan stabilitas kesejahteraan rakyat dimasa depan. Sistem pemilu apa pun memiliki dua fungsi utama.

Fungsi pertama sistem pemilu, sistem pemilu adalah prosedur konversi suara pemilih menjadi kursi penyelenggara negara lembaga legislatif atau lembaga eksekutif, baik pada tingkat nasional maupun lokal. Dua persyaratan utama untuk sistem pemilu sebagai prosedur konversi suara pemilih menjadi kursi belum menjadi fokus kajian dari pansus dan pemerintah.

Persyaratan pertama, sistem pemilu itu sederhana untuk dipahami oleh segala unsur pemilih dan sederhana untuk dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu serta peserta pemilu tingkat operasional. Hal ini penting diperhatikan sistem pemilu proporsional terbuka yang dilaksanakan sejak Pemilu 2009 merupakan sistem pemilu paling kompleks di dunia sehingga sulit dipahami pemilih awam.

Persyaratan kedua memandang sistem pemilu sebagai prosedur konversi harus memenuhi kriteria pemilu demokratik. Hal ini penting dijamin tidak hanya untuk memastikan penyelenggara negara hasil pemilu memiliki legitimasi di mata rakyat dan dunia tetapi juga untuk menjamin agar pemilu Indonesia bukan pemilu otoriter.

Fungsi kedua sistem pemilu adalah sebagai instrumen demokratisasi. Setiap unsur sistem pemilu memiliki konsekuensi terhadap berbagai aspek sistem politik. Mulai dari sistem kepartaian, sistem perwakilan politik, efektivitas pemerintahan, integrasi nasional, perilaku memilih, ataupun perilaku politisi. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan dalam setiap unsur sistem pemilu, pansus dan pemerintah terlebih dulu menyepakati sistem politik demokrasi mau seperti apa yang ingin di capai.

 

Sistem Pemilu 2019

Pemilihan Legislatif 2019 akan di gelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019. Menariknya, di Pilpres 2019 akan berbeda dari tahun yang sebelumnya. Jika pada Pemilu 2014 memakai metode BPP ( Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi. Maka di Pemilu 2019 memakai metode Sainte Lague  untuk menghitung suara. Saint Lague adalah metode perhitungan suara yang menggunakan angka pembagi untuk mengalokasikan kursi yang diperoleh dari setiap partai. Nah di Indonesia sendiri regulasi ini disahkan pada tanggal 21 Juli di DPR RI dengan menggabungkan 3 UU pemilu, yaitu UU 8 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Hari demi hari telah berganti, dan semakin dekat dengan pencoblosan Pemilu 2019. Dinamika politik pun semakin menegangkan. Ikuti terus beritanya dengan nonton streaming di Vidio.com untuk update perkembangannya. Masih ada 4 debat capres cawapres lagi yang tersisa menuju Pemilu 2019.

 

 
Maulida Fanny

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT